Cara Setting DCHP dan Membagi Bandwidth Dengan Mikrotik Melalui Switch

Manfaat hal ini yaitu untuk menstabilkan trafic atau akses bandwidth karena banyak dari orang yang selalu menyedot bandwidth secara besar besaran. Akibatnya client yang lain akan merasa lama untuk mengakses internet 

Bahan :

-Mikrotik RB 951
-Switch
-Kabel UTP (Straight)

Langkah Pengerjaan Setting DHCP :

1. Pasang tiga kabel pada mikrotik
                -kabel yang tersambung ke akses internet (biasanya menggunakan port 3 Ethernet)
                -kabel yang tersambung ke switch
                -kabel yang tersambung ke pc server (untuk mensetting mikrotik)
2. Pasang tiga kabel juga pada switch
                -kabel yang tersambung ke mikrotik
                -dan dua kabel yang tersambung ke dua client
3. Buka mikrotik
4. Buka IP => DHCP Client (pastikan status telah bound dan mendapat ip dari server)
5. Buka IP => Firewall, pada NAT klik tanda + lalu isikan pada tab general pilih chain=srcnat dan pada tab action pilih masquerade
6. Buka IP => Addresses, tambahkan alamat ip dan pilih ether yang sesuai dengan port yang tersambung pada switch
7. Buka IP => DHCP Server, pilih DHCP Setup dan pilih ke ether yang tersambung pada switch
8. Pilih Next hingga pada pilihan lease time (yaitu berapa lama waktu sebuah ipn address akan dipinjamkan ke client. Untuk menghindari penuh / kehabisan ip. Sampai langkah ini, jika di klik Next akan tertampil pesan yang menyatakan bahwa setting DHCP telah selesai)
9. Pada pc client setting DHCP (dengan otomatis maka akan menerima alamat dari server)
10. Cek pada CMD dengan perintah ipconfig atau dengan Local Area Connection => Status => Details
11. Jika telah mendapat ip berarti setting DHCP telah berhasil

Lanjut dengan step untuk membagi bandwidth secara merata

Langkah Pengerjaan Membagi Bandwidth :


1. Menandai paket download dan upload

# Menandai koneksi download
Klik menu IP => Firewall => Mangle
Tekan tombol “+” untuk menambahkan rule baru (no. 1)
Di tab General isikan sbb:
Chain : prerouting
Protocol : 6 (tcp)
In. Interface : Ether yang terkoneksi internet (nama interface dari ISP)
Di tab Action isikan sbb:
Action : mark connection
New Connection Mark : download-conn
Passthrough : di-centang

# Menandai paket download
Masih di menu IP => Firewall => Mangle
Tekan tombol “+” untuk menambahkan rule baru (no. 2)
Di tab General isikan sbb:
Chain : prerouting
Connection Mark : download-conn
Di tab Action isikan sbb:
Action : mark packet
New Packet Mark : client-download
Passthrough : tidak di-centang

# Menandai koneksi upload
Klik menu IP => Firewall => Mangle
Tekan tombol “+” untuk menambahkan rule baru (no.1)
Di tab General isikan sbb:
Chain : prerouting
Protocol : 6 (tcp)
In. Interface : Ether yang terkoneksi ke switch
Di tab Action isikan sbb:
Action : mark connection
New Connection Mark : upload-conn
Passthrough : di-centang

# Menandai paket upload
Masih di menu IP => Firewall => Mangle
Tekan tombol “+” untuk menambahkan rule baru (no. 2)
Di tab General isikan sbb:
Chain : prerouting
Connection Mark : upload-conn
Di tab Action isikan sbb:
Action : mark packet
New Packet Mark : client-upload
Passthrough : tidak di-centang

2. Mendefinisikan Queue Types

# Membuat Queue Type untuk download
Klik menu Queues
Pilih tab Queue Types
Tekan tombol “+” lalu isikan parameter2 berikut:
 -Type Name = Download
 -Kind = pcq
 -Rate = 512k (isi sesuai berapa bandwidth yang akan dibatasi)
 -Centang Dst. Address

# Membuat Queue Type untuk upload
Klik menu Queues
Pilih tab Queue Types
Tekan tombol “+” lalu isikan parameter2 berikut:
 -Type Name = Upload
 -Kind = pcq
 -Rate = 512k (isi sesuai berapa bandwidth yang akan dibatasi)
 -Centang Src. Address

3. Mendefinisikan Queue Tree

# Membuat Queue Tree untuk download
Klik menu Queues
Pilih tab Queue Tree
Tekan tombol “+” lalu isikan parameter2 berikut:
 -Name = DOWN
 -Parent = global
 -Packet Marks = client-download
 -Queue Type = Download (pilih yang telah disetting di Queue Type)

# Membuat Queue Tree untuk upload
Klik menu Queues
Pilih tab Queue Tree
Tekan tombol “+” lalu isikan parameter2 berikut:
-Name = UP
 -Parent = global
 -Packet Marks = client-upload
 -Queue Type = Upload (pilih yang telah disetting di Queue Type)

Sedikit penjelasan dari setting diatas :
Asumsi bandwidth maximum dari ISP adalah 2 mbps
Tiap PC diberikan batas max 512 kbps

Disaat jalur internet sedang tidak sibuk, user bisa mendapat bandwidth maximum 2 mbps

No comments:

Post a Comment

Pages